Serangkaian ledakan terjadi di kota Maiduguri, Nigeria, pada Senin (17/3/2026), mengakibatkan banyak korban tewas dan luka-luka. Menurut saksi mata, ledakan terjadi di beberapa lokasi, termasuk di depan Rumah Sakit Universitas Maiduguri dan dua pasar lokal, yakni Pasar Kantor Pos dan Pasar Senin. Kejadian ini menambah daftar panjang masalah keamanan yang dihadapi Nigeria, terutama di wilayah timur laut yang mengalami konflik berkepanjangan.
Rincian Kejadian
Sirajo Abdullahi, kepala operasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nigeria (NEMA) di Maiduguri, menyatakan bahwa polisi telah mengerahkan tim untuk membersihkan lokasi setelah berbagai ledakan yang diduga merupakan bom bunuh diri. “Ada banyak korban, dan mereka masih menangani para korban di rumah sakit,” ungkap Abdullahi kepada Associated Press (AP). “Kami belum dapat memberikan angka pasti sampai semua korban dihitung.”
Sampai saat ini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kejadian ini semakin memperburuk situasi keamanan yang sudah kompleks di Nigeria, yang melibatkan berbagai kelompok bersenjata di bagian utara negara tersebut.
Dampak Serangan
Serangan di Maiduguri, ibu kota Negara Bagian Borno, terjadi di tengah ketegangan yang meningkat akibat serangkaian serangan oleh kelompok Boko Haram dan afiliasinya, ISIL, yang dilaporkan telah menyerang pangkalan militer di Borno bulan ini, menyebabkan sejumlah tentara tewas dan senjata mereka dirampas. Militer Nigeria dalam pernyataannya menyebutkan telah berhasil menggagalkan serangan oleh para pejuang yang diduga pada pagi hari di pinggiran Maiduguri.
Gubernur Negara Bagian Borno, Babagana Zulum, mengecam ledakan yang jelas-jelas mengakibatkan banyak korban. “Peningkatan serangan ini tidak terlepas dari operasi militer yang intens di hutan Sambisa, yang merupakan markas kelompok bersenjata,” kata Zulum. Dia juga mengungkapkan rasa duka cita dan doanya untuk keluarga korban serta mereka yang terluka akibat ledakan tersebut, menyebut tindakan ini sangat kejam dan tidak manusiawi.
Juru bicara kepolisian Borno, Nahum Daso Kenneth, menambahkan bahwa petugas keamanan dan respon darurat telah dikerahkan ke lokasi setelah laporan ledakan. “Warga diimbau untuk tetap tenang dan menjauhi area tersebut sementara evaluasi terus dilakukan,” ungkapnya.
Kondisi Korban
Bagoni Alkali, salah satu saksi yang melihat salah satu ledakan, mengatakan bahwa dia telah membawa beberapa orang yang terluka ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan darurat. “Saat ini, lebih dari 200 orang terluka dan sedang dirawat di bagian kecelakaan dan darurat,” kata Alkali. “Banyak yang kehilangan nyawa di tempat kejadian setelah bom meledak. Ini sangat menyedihkan.”
Mohammed Hassan, seorang anggota kelompok relawan yang sering membantu aparat keamanan, menyatakan bahwa dia telah mengevakuasi 10 jenazah dari pasar. “Banyak korban dibawa ke ruang darurat, tetapi beberapa meninggal di rumah sakit. Kami sangat membutuhkan darah,” ungkapnya. “Serangan ini merupakan salah satu yang paling mematikan di Maiduguri dalam beberapa tahun terakhir.”
Kesimpulan
Maiduguri, yang sebelumnya menjadi lokasi kekerasan sehari-hari, dalam beberapa tahun terakhir relatif tenang, dengan serangan puncaknya terjadi pada pertengahan 2010-an. Serangan besar terakhir terjadi pada tahun 2021, saat pejuang Boko Haram menembakkan mortir ke kota tersebut, menewaskan 10 orang. Namun pada bulan Desember lalu, bom yang tidak diklaim menewaskan setidaknya tujuh orang di sebuah masjid kota. Sementara itu, kekerasan di daerah pedesaan sekitar Maiduguri masih berlanjut. Pada minggu lalu, militer mengkonfirmasi adanya “serangan terkoordinasi” di beberapa pangkalan militer di timur laut, yang menyebabkan banyak korban di pihak tentara.