Hari ke-52 serangan antara AS dan Israel terhadap Iran
Pada hari Minggu, Marinir AS menangkap sebuah kapal kontainer berbendera Iran di dekat Selat Hormuz, yang semakin memperumit pembicaraan di Islamabad, mengingat Iran telah berjanji untuk membalas tindakan tersebut.
Perkembangan Terbaru
Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Trump mengumumkan pengiriman tim ke Islamabad untuk melakukan pembicaraan, sambil sekali lagi mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika tidak ada kesepakatan tercapai. Gencatan senjata yang mengakhiri lebih dari sebulan peperangan akan berakhir pada hari Rabu.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, berbicara dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada hari Minggu dan menegaskan kesiapannya untuk memediasi konflik ini.
Situasi di Iran
Kepemimpinan militer Iran yang dipimpin oleh Khatam al-Anbiya menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menembaki sebuah kapal Iran di Teluk Oman dan bersumpah akan membalas. Trump mengungkapkan di Truth Social pada hari Minggu bahwa Marinir AS menangkap kapal yang mencoba melewati blokade AS di pelabuhan Iran, menambahkan bahwa pasukan AS menghentikan kapal tersebut dengan meledakkan ruang mesinnya.
Di sisi lain, Iran mengeksekusi dua orang yang dinyatakan bersalah karena bekerja sama dengan intelijen Israel, Mossad, dan merencanakan serangan di dalam negeri, sebagaimana dilaporkan oleh media peradilan Mizan.
Perusahaan pelayaran Prancis, CMA CGM, juga mengonfirmasi bahwa tembakan peringatan telah ditembakkan ke salah satu kapalnya di Selat Hormuz pada hari Sabtu. Sementara itu, angkatan bersenjata Iran memaksa dua tanker untuk mundur yang berusaha melintasi Selat Hormuz setelah mengeluarkan peringatan, sebagai respons terhadap blokade maritim AS yang masih berlangsung.
Penerbangan internasional dari bandara Mashhad di Iran bagian timur laut akan dilanjutkan pada hari Senin, menurut otoritas penerbangan sipil setempat.
Diplomasi Perang
Media negara Iran melaporkan bahwa Tehran menolak pembicaraan damai baru, dengan alasan blokade yang terus berlangsung, retorika ancaman, serta tuntutan yang berlebihan dari Washington. Iran juga menyatakan bahwa mereka tidak berencana untuk berpartisipasi dalam negosiasi dengan AS, beberapa jam setelah Trump menyatakan bahwa dia mengirim negosiator ke Islamabad.
Trump menulis di Truth Social bahwa perwakilan akan pergi ke Islamabad “malam ini” untuk negosiasi dengan Iran, menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan wajar, dan berharap Iran menerima tawaran tersebut. Dia memperingatkan bahwa jika tidak, AS akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan jembatan di Iran.
Perdana Menteri Sharif juga menyampaikan kepada Pezeshkian tentang konflik di Teluk, dan mengungkapkan apresiasi atas keterlibatan Iran, termasuk delegasi tingkat tinggi yang datang ke Islamabad untuk pembicaraan bersejarah.
Menanggapi situasi ini, Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, menyatakan optimisme tentang kemungkinan resolusi konflik ini.
Kesimpulan
Situasi di Iran dan kawasan semakin kompleks dengan serangan yang terus berlangsung dan pembicaraan yang terancam gagal. Komitmen dari pihak-pihak yang terlibat untuk kembali ke meja perundingan sangat penting demi terwujudnya perdamaian. Namun, dengan ancaman yang terus mengemuka dari kedua belah pihak, masa depan hubungan antara AS, Israel, dan Iran tetap tidak menentu.