Persetujuan Desain Lengkung Raksasa Trump di Washington, DC

Proyek ambisius Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk membangun lengkung raksasa di Washington, DC, semakin mendekati realisasi. Komisi Seni Rupa AS, yang anggotanya ditunjuk oleh Trump sendiri, baru saja memberikan persetujuan awal terhadap desain lengkung setinggi 76 meter (250 kaki) tersebut.

Detail Proyek Lengkung Raksasa

Lengkung ini direncanakan akan dibangun di Memorial Circle, yang terletak di antara Arlington National Cemetery dan Lincoln Memorial. Jika disetujui secara final, lengkung ini akan menjadi salah satu bangunan tertinggi di ibu kota negara, menjulang di atas landmark lainnya.

Juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, menggambarkan persetujuan ini sebagai langkah maju dalam memenuhi janji kampanye Trump kepada rakyat Amerika, yakni untuk ‘Menjadikan Amerika Aman dan Indah Kembali’. Namun, proyek ini tidak lepas dari kontroversi. Beberapa pihak mengkhawatirkan bahwa lengkung ini akan menghalangi pemandangan ke arah pemakaman nasional yang menjadi tempat peristirahatan para veteran perang.

Tantangan Hukum dan Protes dari Veteran

Public Citizen Litigation Group, sebuah organisasi hukum, mewakili beberapa veteran Perang Vietnam yang menggugat proyek pembangunan ini. Mereka berargumen bahwa konstruksi tersebut memerlukan persetujuan kongres. Bahkan, Wakil Ketua Komisi Seni Rupa, James McCrery II, menyarankan agar lengkung yang diajukan Trump menghilangkan patung bersayap dan elang di puncaknya. Ia juga menentang keberadaan singa di bagian dasar lengkung, dengan alasan bahwa hewan tersebut bukanlah fauna yang alami di benua Amerika Utara.

Dampak dan Konteks

Proyek lengkung ini merupakan salah satu upaya Trump untuk meninggalkan jejak di lanskap fisik Washington, DC. Dalam sebuah konferensi pers pada bulan Januari, Trump menyatakan harapannya agar lengkung ini menjadi yang terbesar di antara semua lengkung lainnya. Meskipun demikian, rencana ini masih memerlukan pemungutan suara untuk mendapatkan persetujuan akhir setelah desain diperbarui.

Rencana saat ini menunjukkan bahwa lengkung ini akan jauh lebih besar daripada Lincoln Memorial yang tingginya 30 meter dan hampir dua kali lipat tinggi dari Arc de Triomphe di Paris, yang menjadi inspirasi desainnya. Dua frase, “Satu Bangsa Di Bawah Tuhan” dan “Kebebasan dan Keadilan untuk Semua”, direncanakan akan ditulis dengan huruf emas di atas kedua sisi monumen tersebut.

Namun, sekitar tiga perempat dari masyarakat yang menyampaikan pendapat publik tentang proyek ini mengekspresikan penolakan, dengan banyak dari mereka menyebutkan ukuran lengkung yang sangat besar sebagai alasan utama. Proyek ini adalah salah satu dari beberapa inisiatif Trump yang menuai penolakan dari publik.

Perubahan Lain di Washington, DC

Selain lengkung raksasa, Trump juga berencana untuk mengecat granit Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower menjadi putih, dan rekan-rekannya berencana menutup Kennedy Center for the Performing Arts untuk renovasi selama dua tahun setelah menambah nama Trump di bagian eksteriornya. Salah satu perubahan yang paling permanen sejauh ini adalah penghancuran mendadak sayap timur Gedung Putih untuk memberi ruang bagi ballroom besar, yang telah menjadi salah satu prioritas Trump.

Namun, proyek ballroom ini juga terjerat dalam pertempuran hukum, dengan para kritikus berargumen bahwa persetujuan kongres diperlukan. Pada hari Rabu, Hakim Richard Leon menjelaskan bahwa konstruksi pada struktur bawah tanah di lokasi ballroom dapat dilanjutkan sebagai bagian dari pengecualian yang telah ia izinkan sebelumnya demi kepentingan keamanan nasional. Meskipun demikian, ia tetap mempertahankan larangan sementara terhadap konstruksi ballroom itu sendiri, menolak posisi Trump bahwa seluruh proyek harus dilanjutkan.

Kesimpulan

Proyek lengkung raksasa ini, meskipun mendapat dukungan dari beberapa pihak, tetap menjadi sorotan dan kontroversi di kalangan masyarakat. Apakah proyek ini akan berhasil atau terhenti di tengah berbagai tantangan hukum dan penolakan publik? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *