Konflik antara Iran dan sekutunya semakin memanas, dan negara-negara Teluk menjadi sasaran serangan. Dalam konteks ini, penting untuk memahami siapa sekutu militer mereka dan bagaimana dukungan tersebut dapat mempengaruhi situasi di kawasan ini.
Serangan Terhadap Negara-Negara Teluk
Baru-baru ini, negara-negara Teluk, terutama Arab Saudi dan Kuwait, mengalami peningkatan serangan dari Iran. Pada hari Jumat lalu, Arab Saudi berhasil mencegat beberapa gelombang drone Iran, sementara Kuwait Petroleum Corporation melaporkan bahwa kilang Mina al-Ahmadi mereka menjadi sasaran serangan drone pada pagi hari, yang mengakibatkan beberapa unit terpaksa ditutup.
Kerjasama Militer Negara-Negara Teluk
Negara-negara Teluk memiliki beberapa kemitraan militer yang beragam. Salah satunya adalah Qatar, yang merupakan tuan rumah pangkalan militer terbesar yang menampung aset dan pasukan AS di kawasan tersebut, yaitu Pangkalan Al Udeid. Pangkalan seluas 24 hektar ini, yang terletak di luar ibu kota Doha, didirikan pada tahun 1996 dan merupakan markas besar komando pusat militer AS untuk wilayah yang luas, mulai dari Mesir hingga Kazakhstan.
Qatar juga merupakan mitra kedua terbesar dalam program Penjualan Militer Asing (FMS) setelah Arab Saudi. Dalam beberapa bulan terakhir, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan penjualan sistem rudal jarak jauh Patriot dan sistem pertahanan udara lainnya ke Qatar.
Reaksi Terhadap Serangan Israel
Pada 9 September 2025, Israel menyerang daerah pemukiman di Doha, menargetkan pemimpin senior Hamas. Tindakan ini memicu pernyataan dari Presiden AS Donald Trump yang menegaskan dukungan untuk Qatar dengan menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap Qatar dianggap sebagai ancaman bagi keamanan AS.
Dampak Kerjasama Militer
Kerjasama militer ini tidak hanya terbatas pada Qatar. Turki juga memiliki pangkalan militer di Qatar, dan kedua negara bekerja sama melalui perjanjian kerjasama pertahanan dan pelatihan bersama. Dalam beberapa tahun terakhir, Qatar juga memperkuat hubungan dengan Inggris dan Prancis melalui latihan bersama dan pembelian senjata.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer baru-baru ini mengumumkan pengiriman tambahan empat pesawat tempur Typhoon ke Qatar untuk membantu sektor pertahanan. Meskipun Inggris awalnya menolak penggunaan pangkalannya untuk serangan terhadap Iran, Starmer kemudian mengizinkan permintaan AS untuk menggunakan pangkalannya untuk serangan defensif terhadap kemampuan militer Iran.
Kesimpulan
Dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, kerjasama militer antara negara-negara Teluk dan sekutunya menjadi semakin penting. Dukungan dari negara-negara seperti AS dan Inggris dapat membantu negara-negara Teluk dalam menghadapi ancaman dari Iran. Namun, bagaimana situasi ini akan berkembang ke depan masih belum pasti, dan dampaknya akan sangat dirasakan di kawasan ini, termasuk Indonesia.